Sabtu, 14 Desember 2013

Puisi; Peta-Peta Air Mata




Demikian
Haruskah kusebut ini penyesalan?
Tentang masa-masa yang terlanjur hitam
Tentang seruan yang mestinya tertancap dalam-dalam

Di sejuk seruan-Nya
Kucoba telusur ilham
Terbata aku membaca
Peta hidup, jazam…

Kasa-kasa putih
Adakah pada seluk selumu hatiku

Ataukah diri
Termasuk buih* di lautan itu

Ramai
Orang-orang berceratai
Sepi meski
Semuanya ingin menang sendiri

Orang-orang tak lagi peduli
Hilang kendali
Percakapan berisi
Tapi doa tak mampu diresapi

Peta-peta air mata, dalih?
Bukan, aku tak ingin memuaramu lagi
Menjadi pendonor air mata perih
Karena dengan-Nya, aku akan lebih berarti

* Dari Tsauban r.a, bahwa Rasulullah s.a.w bersabda; “Akan datang umat-umat yang berkerumunan ke atas kalian seperti kerumunannya orang-orang yang makan pada satu pinggan.”  Maka seorang bertanya : “Apakah jumlah kami pada ketika itu sedikit?” Baginda s.a.w menjawab: “Bahkan jumlah kamu pada saat itu ramai. Akan tetapi keadaan kamu seperti buih-buih di lautan. Dan sesungguhnya Allah akan mencabut dari (hati) musuh-musuh kamu rasa takut terhadap kamu serta akan ditimpakan (penyakit) wahn di dalam hati-hati kamu.” Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah wahn?” Baginda menjawab: “Cinta kepada dunia dan takut mati.” (H.R Abu Daud dan Ahmad)

Pondokan Ikhlas, Panam 14 Desember 2013
Salam hangat dan semangat dari DP Anggi

0 komentar:

:10 :11 :12 :13 :14 :15 :16 :17
:18 :19 :20 :21 :22 :23 :24 :25
:26 :27 :28 :29 :30 :31 :32 :33
:34 :35 :36 :37 :38 :39

Posting Komentar