Senin, 16 Desember 2013

Puisi; Lantas Engkau Berdoa; Allah Dekap Aku

1387261728460948273
Jepretan @Yogzan

Ada kesunyian di antara langkah kakimu
Seperti tetes embun yang ragu untuk jatuh
Ke tanah yang lembap harusnya ia menuju
Namun, ia enggan meninggalkan tangan-tangan bunga itu

Lihatlah, tangan-tangan bunga menengadah
Mengambang di udara
Seperti engkau
Yang lantas berdoa; Allah dekap aku

Tubuhmu melengkung pilu

Sulitnya "Mengasuh" 80 Mahasiswa

138718866051409920
*
Saya pernah cerita tentang Komting Mahasiswa Juga Manusia. Hari ini adalah senin yang sama, mata kuliah yang sama (Hubungan Pemerintah Pusat dan Daerah) dengan waktu yang berbeda. Hari ini saya menjalankan amanah itu kembali –alhamdulillah ini amanah di hari terakhir sebagai komting-.
Sejak dua minggu yang lalu saya sudah berpikir-pikir dan percaya bahwa Pak Dosen yang bersangkutan di hari UAS pasti sibuk. Ya, benar sekali perkiraan saya. Di jam UAS, Pak Dosen ternyata rapat bersama Pak/Bu Dosen Ilmu Pemerintahan di Labor Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Riau.
Sebelumnya, Pukul 08.00 pra-UAS Etika Pemerintahan. Alhamdulillah selesai pukul 09.10. Seorang teman mengatakan, “Bisa tolong hubungi bapak? Kita minta kertas ujian sekarang. Menulis ulang makalah yang sudah diketik memerlukan waktu yang lama,” setelah itu saya pun bergegas ke Dekanat, tepatnya Biro IP. Saya menanyakan adakah Pak Dosen, saya pun diberi tahu Pak Dosen sedang berada di ruang Kajur IP (Ketua Jurusan).

Minggu, 15 Desember 2013

Puisi; Ai, Hendak ke Mana Langkah Kita?

; Puisi untuk Shariyani
Ai, engkau mengulur tangan ke udara
Seperti ingin meraba semesta
Tidak, engkau berdoa, menangis
Hatimu teriris?

Adakah rindu yang menyesak pada hatimu?
Yang aku tak pernah tahu
Mungkin aku tak mampu berbagi luka
Karena luka di tubuhku pun tak dapat kuseka

Aku ingat, Ai
Ajakanmu yang membingkai

Sabtu, 14 Desember 2013

Puisi; Peta-Peta Air Mata




Demikian
Haruskah kusebut ini penyesalan?
Tentang masa-masa yang terlanjur hitam
Tentang seruan yang mestinya tertancap dalam-dalam

Di sejuk seruan-Nya
Kucoba telusur ilham
Terbata aku membaca
Peta hidup, jazam…

Kasa-kasa putih
Adakah pada seluk selumu hatiku

Senin, 09 Desember 2013

Puisi; Adinda, Belahan Jiwa Takkan Tertukar

: Puisi untuk Mayang Sri


Kincir-kincir menanti ditiup angin untuk berputar
Burung-burung menanti lalang kering untuk dirumahkan
Penantian Adinda, belahan jiwa itu takkan tertukar
Ia berharap pada waktunya nanti dipertemukan

Ah, awan saja menanti dirinya menghitam untuk dapat menurunkan hujan
Bagaimana dengan kita?
Apakah kita sudah menempah diri menjadi shalihah?
Agar kita kelak menjadi pendamping dambaan

Kamis, 05 Desember 2013

Puisi; Ketukan Rindu

Ilustrasi: buletinilalang.wordpress.com

Oktober, pintu itu kuketuk
Tak ada jawaban
Perasaanku amuk
Kemungkinan lain sedang kupikirkan

September, aku kembali
Pada tubuh yang tetap sunyi
Pintu itu kuketuk sekian kali
Namun masih tetap dirampai sepi

Pada November dan hujan yang sama
Kutemui pintu itu lagi bersama hampanya jiwa
Akan ada yang keluar dari pintu itu, pasti
Tapi?

Hatiku
; mengapa sekeras batu

Selasa, 03 Desember 2013

Menjadi Salah Satu Nominator Fiksianer Terbaik 2013, Alhamdulillah!

Wah, sudah lama Nji tidak post nih. Hehehe. Nji belum memberi kabar khusus untuk blog Nji ini kalau....
Sehari sebelum milad Nji yang ke 20 kemarin Nji dapat banyak hadiah. Di antaranya, puisi Nji dimuat di Indopos tanggal 16 November 2013. Selain itu, ternyata Nji menjadi salah satu nominator Fiksianer terbaik 2013. Meski tidak terpilih, masuk sebagai nominator saja sudah bersyukur sekali! 

Coba bayangkan ada berapa ribu penulis fiksi di Kompasiana.com? Dan Nji adalah satu dari sepuluh nominator itu! Saat itu, kompasiana mengadakan acara kompasianival yang membuat perhelatan akbar dengan beberapa event menjelang miladnya. Jadi, di kompasianival ada tiga kategori, yaitu Reporter Warga Terbaik 2013, Kolumnis Terbaik 2013, dan Fiksianer Terbaik 2013.