Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 September 2015

Mendalami Hobi (Desain)

Dunia maya ibarat dua sisi mata uang. Kita bisa saja mendapatkan sisi manfaatnya, tapi juga bisa terjerumus ke dalamnya. 
Kali ini kita bahas manfaatnya ya. 

Masa muda itu, adalah masa emas yang takkan kembali. Salah satu hal yang banyak dilakukan remaja untuk mengisi masa mudanya adalah dengan menekuni hobi mereka. Saya pun begitu. Meski pun dunia maya dan hobi adalah dua variabel yang berbeda, kita bisa menyatukannya untuk membuat sesuatu yang lebih bermanfaat. Bagi saya, dunia maya adalah wadah yang sesuai untuk mengembangkan bakat dan hobi saya. 

Selain menulis, saya juga hobi desain. Terutama dengan aplikasi Photoshop. Jujur saja, saya ngga bisa corel draw. Sejak zaman sekolah ampe sekarang pake photoshop mulu. Saya belajar perlahan. Itu pun tahu photoshop setelah dikenalkan oleh guru saya lewat mata pelajaran, beliau adalah Pak Roni (Guru muda yang baru aja masuk ke SMA waktu itu. Barakallah pak :D )

Nah, saya belajar photoshop kurang lebih 6 bulan. Dari belajar dasar hingga ujiannya. Tapi setelah itu, saya ngga pernah buka photoshop lagi. Nah, ketika kuliah, saya masuk organisasi rohis, LSMI ALMADANI FISIP UR. Di sana saya dimasukin ke bidang HID mulu. HID itu Humas, Informasi dan Dokumentasi. Saya bagian desain-desain sertifikat, brosur / pamflet, spanduk, stiker, dan plakat. Apa pun acaranya, saat itu saya yang selalu saja masuk bidang HID. Mau ngga mau saya belajar lagi dari awal. Jelek banget hasilnya. Saya ngga ngerti padanan warna. Letak tulisan. Jenis huruf agar mudah dibaca. Ancur daah pokoknya. 

Tapi, ikhwah di sana tidak pernah kecewa dan menunjukkan bahwa "desain kamu jelek". Ikhwah di sana mengajari saya dengan terus meletakkan saya di bidang yang sama. Sampai suatu hari, saya bosan di bidang ini terus dan komplain ke Amir (Ketua Umum). Akhirnya saya dipindahkan ke bidang yang lain di agenda selanjutnya. Tetapi, apa yang terjadi pemirsa?!

Profil DP Anggi di Banten Raya

Halo everybody!
Gimana kabarnya? Maaf ya Nji jarang banget update.
Alhamdulillah... kemarin, (mungkin) hari Rabu, 9 September 2015 profil saya terbit di Koran Banten Raya. Sebelumnya, ada sesi wawancara di hari Senin, 7 September 2015.



Ya biasa, wawancaranya seputar dunia tulis menulis. Seputar puisi. Dan itu wajar. Tapi, saya sempat terperangah :O saat wartawannya, yang juga merupakan teman saya (meski pun ngga kenal dekat dan hanya beberapa kali berdialog di inbox fesbuk) melemparkan pertanyaan yang buat saya itu... ya sesuatu buanget :D

apa ituuuuu?
di mulai dari ini..
"Teteh, usia berapa?"
*masih calm nih :)

Ga lama setelah "sedang mengetik pesan" berhenti... tuingg!

Sabtu, 07 September 2013

Apresiasi Tak Terduga dari Seorang Denni Meilizon dalam Buku Puisi RD!


Saya bahagia sekali atas kehadiran Buku Puisi ini. Pertama kali saya disuguhi oleh penulisnya, Kanda Denni Meilizon, saya membaca seperti orang kelaparan. Beliau meminta pendapat saya akan buku tersebut. Saya pun 'nyeleneh', "Apa ndak sekalian saya endors, Bang?" Candaan saya pun ditanggapi serius oleh Bang Denni, begitu biasa saya memanggil sahabat, kakanda sekaligus guru saya dalam menulis puisi ini. 

Saya terkejut ketika seorang 'musuh' men-tag nama saya, saya pun membuka cover buku tersebut. Subhanallah!!! Saya dikagetkan dengan endors 'mini' yang terletak di cover depan!

Satu Lagi Pensyair Berkualitas dari Kompasiana! (Oleh Kang Insan)


Oleh Kang Insan, Viewer Karya Fiksi Kompasiana (Fiksiana)

Sebelumnya, saya tidak menyangka tulisan ini tertuju kepada saya. Terimakasih, Guruku... Kang Insan...

Banyak orang yang memandang sebelah mata terhadap karya sastra yang dipublikasikan lewat dunia maya. Sebab, konon dunia maya alias internet telah menghasilkan karya sastra-karya sastra yang instant, tanpa “perenungan”, dan bahkan situasi itu diperparah oleh sifat publikasi internet yang langsung tayang menyebabkan karya sastra itu muncul ke permukaan tanpa adanya second opinion yang bisa berfungsi sebabai filter untuk menyaring mana karya sastra yang berkualitas dan mana yang tidak. Selain itu, sifat komentar yang muncul di internet adalah komentar-komentar yang bersifat pujian sehingga menyebabkan penyair terlena padahal karya sastranya belum bagus betul. Parahnya, kritikus sastra sangat jarang bermain-main di dunia maya sebab tadi itu sangat-sangat sedikit ditemukan karya sastra bermutu di sana. Terlalu “kejam” mungkin jika saya katakan bahwa di dunia maya dipenuhi dengan “sastra junk”!