Engkau terperangkap
di bola mataku mula-mula
Setiap kata
yang kautulis di mataku berubah bunga-bunga
Dan selalu
ada rindu berbentuk awan saat pandangku jauh menerawang
Meluncur namamu,
doaku ingin merangkak juang
Namun,
semesta tak selalu meramu restu
Gerimis yang
mengendap di hatiku, seketika penuh
dan
menggerimis kemudian di kedua mataku
Kamu hanya
tinggal kenang dan jadilah aku bagian yang tak utuh
