- Dengan sentuhan cinta dari-Nya, setiap orang bisa berbuat kebaikan ~DP Anggi~
- Ketika kau jatuh cinta, kau akan mudah untuk tidur. Karena berharap bisa cepat terbangun untuk bersujud di sepertiga malam-Nya ~DP Anggi~
- Aku tidak pernah tahu bagaimana manisnya iman sampai aku benar-benar mampu bersujud sambil menangisi dosa-dosa serta masalaluku di hadapan-Nya ~DP Anggi~
- Kecintaan kepada-Nya adalah sumber kekuatan. Tanpa-Nya, kita hanyalah tanah yang gersang ~DP Anggi~
Cinta dan luka bisa sama-sama hadir oleh kumpulan kata-kata. Namun, dakwah dengan cinta jauh lebih akrab daripada dengan luka ©DP Anggi
Minggu, 07 April 2013
Kata-kata Mutiara 2013
Senin, 18 Maret 2013
Pengalaman Menjemput Medali
Assalamualaikum wr wb
Pembaca yang baik hatinya, saya punya cerita seputar perjuangan menjemput medali kemenangan saya walau hanya dapat Juara III.
Nah, ceritanya dimulai ketika kemarin saya mengikuti sebuah event yang ditaja oleh FOSMI AVICENA, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Riau (UR). Tema cerpen adalah "Menjadi Muslim yang Baik di Era Modernisasi"
Nah, dari event ini Alhamdulillah.... Saya menjemput kemenangan, Juara III Cerpen sePekanbaru. Dengan judul cerpen "Takkan Kujual Agamaku"
Sabtu, 16 Maret 2013
HL Kompasiana 5x Berturut-turut
Biasanya, Nji ngepost puisi, cerpen, dongeng, atau apaaa gitu... Tapi, kali ini nji mau curhat aja :) Ada yang baca atau enggak, ndak apa-apa, yang penting nulis :D
Pertama kali HL, itu rasanya senang banget....! Ada rasa bahagia dan bangga, puisi saya diapresiasi :)
Ini 3 puisi yang sebelumnya HL :)
Pertama kali HL, itu rasanya senang banget....! Ada rasa bahagia dan bangga, puisi saya diapresiasi :)
Ini 3 puisi yang sebelumnya HL :)
Gadis berselimut luka 23 Januari 2013 http://fiksi.kompasiana.com/puisi/2013/01/23/gadis-berselimut-luka-527986.html
Senin, 11 Maret 2013
Malam (Tanpa) Puisi
Malam (Tanpa) Puisi
HL @Kompasiana Today 12 Maret 2013
Oleh DP Anggi
HL @Kompasiana Today 12 Maret 2013
Oleh DP Anggi
Malam ini nyaris aku tanpa puisi
Sambil terkantuk jemariku tetap menari
Kupaksa saja hingga mata terasa perih
Asal tak lekang menulis hari ini
Pada puing-puing rindu yang mengering
Aku sempatkan untuk tetap hadir
Bersama malam yang hening
Serta rangkaian kalam yang mengalir
Lelah jiwa tetap kueja aksara
Senin, 18 Februari 2013
Sang Gadis Puisi
Oleh DP Anggi
Ke mana gadis itu? Gadis usia belasan
yang setiap hari memenuhi beranda-berandaku dengan puisi-puisi manisnya. Puisi
yang menyimpan jiwa sastra, serta aksara yang tak pernah lelah. Biasanya,
setiap hari, tiada hari tanpa puisi baginya. Aku sudah terbiasa menikmati
puisinya sambil duduk santai, dengan hati terkulai. Puisinya merasuk tajam, ke
relungku terdalam.
Aku, tak pernah berani untuk
menyapanya. Tak berani, meski hanya mengucap salam. Tak bernyali. Sering, hanya
pada angin, kusampaikan, Apa kabarmu, gadis puisi?
Jumat, 15 Februari 2013
Kehidupan Para Burung
Oleh DP Anggi
Dari atas sini, aku terbang sebebas mungkin. Sangat bebas bahkan. Tak perduli akan tersesat, karena pasti akan Tersesat Di Jalan Yang Benar. Kenapa? Karena Allah bersamaku. Aku bebas melakukan apa saja. Tidak susah payah turun ke tanah dan mengantri panjang di pertamina. Aku tidak perlu turun mesin. Masuk bengkel, atau kehabisan oli. Aku juga tak perlu membuat SIM. Tak perlu E-KTP. Aku hanya butuh makan dan minum saja, lalu parkir sebentar di pohon untuk istirahat. Tentu, tidak pakai retribusi.
Kisah Cinta Mawar Berduri
Oleh DP Anggi
Suatu pagi yang
begitu basah. Aku menarik napas panjang, dan mengeluarkannya perlahan. Begitu
sejuk dan segar. Mungkin, pagi begitu sunyi. Hingga, desah napasku membangunkan
sekuntum mawar yang baru saja mekar. Mawar itu menggeliat, sesekali mulutnya
menganga karena masih mengantuk. Tapi, itu hanya kuketahui dari bayangnya.
Karena, ini masih terlalu pagi dengan langit hitam dan legam. Ditambah lagi
awan mendung, dan lampu teras rumah masih menyala.
Tubuhku yang
panjang dan tipis tertiup-tiup angin. Aku menggigil. Wajar, karena aku hidup
tanpa atap, tanpa dinding. Jika pun tersengat mentari pagi, silau begitu
menusuk mata dan menghunus pori-pori wajahku. Aku mengendap-ngendap,
memerhatikan sekuntum mawar merah yang tadi terbangun karenaku. Kulirik, ia
Langganan:
Komentar (Atom)







