Senin, 26 Februari 2018

Berulang


Senja beringsut malam, ia tertunduk seorang diri
Sekelebat kenangan mula-mula menghampiri
Memaksa masuk menelusuri peti-peti memori yang dulu ia pasung rapi
Lalu, di kedua matanya yang kosong itu, seorang perempuan tengah duduk mengamati

Dahinya mengernyit, di lidahnya kata-kata telah menjelma es batu
Di dalam jantungnya, ia menggerutu
"mengapa kini bahkan saat rindu itu datang,
Aku seperti kaset rusak yang harus diperbaiki atau mungkin dibuang?"

Meraih Makna Cinta


doc. pribadi
“(Mungkin) jatuh cinta itu sederhana. Sesederhana ketika kita menginginkan pelangi, namun untuk melihatnya saja, kita harus melewati hujan dan panas yang silih berganti.”
Hari ini, adalah September di tahun kedua. Di antara kabut asap yang sempat menyelimuti, aku terus saja merajut kesibukan dan menyerahkan diri pada kesepian. Bukan menyepikan diri, hanya saja aku benar-benar merasa belum menemukan diriku yang utuh. Kesibukan pun, sengaja kupadatkan agar hatiku tak selalu bertanya, “Bagaimana rasanya jatuh cinta?”

Aku mendengar dari teman-teman sejak pendidikan dasar, perguruan tinggi hingga kini bekerja, jatuh cinta hanya indah awalnya, nelangsa akhirnya. Jatuh cinta bisa berkali-kali dan patah hati pun lebih dahsyat dari itu. Aku sempat membayangkan, jika hati itu adalah ban. Bagaimana bisa ban yang itu dibocorkan berkali-kali lalu ditambal-tambal lagi? Seperti apa bentuk ban itu?

Perempuan yang disibukkan oleh cinta—menurutku, selalu ingin berada didekat orang yang ‘katanya’ ia cintai. Tetapi, yang membuatku bingung adalah, perempuan ini selalu minta untuk dihampiri. Maksudku, mereka jarang sekali bicara lebih dulu sebelum lelaki bicara. Mereka takkan mengungkapkan rindu secara langsung melainkan dengan sindiran saja. Mereka menjadi lebih aneh, lebih aneh daripada saat mereka belum disibukkan cinta. Bukankah cinta itu, ‘katanya’ saling memberi dan menerima? Kenapa ini maunya menerima saja?

Rabu, 04 Mei 2016

Alhamdulillah, DKDC Ready Stock!




Penampakan buku DKDC :)



Alhamdulillah, buku ketiga saya sudah terbit dan sudah ready stock!

Judul: Diary Kecil di Jalan Cinta-Mu
Penulis : Angga Ashari & DP Anggi
Jenis Buku: Motivasi Islami, 184 Halaman
Terbitan: April, 2016
Ukuran: 13cmx19cm
Penerbit : Zukzez Ex Press (Kalimantan Selatan)
Harga: Rp. 40.000 (belum termasuk ongkir)
Harga khusus untuk Pekanbaru: Rp. 50.000 saja! (sudah termasuk ongkir)

Sinopsis:

"Kau akan hilang dari sejarah, bila kau tidak menulis. Angga dan Anggi cerdik melihat kesempatan ini dengan menulis 'buku diary'. Perpaduan buku & diary, tak hanya akan membuat mereka hidup dalam sejarah, tetapi juga membuat mereka... bermuhasabah." ~@tausiyahku_

Diary Kecil di Jalan Cinta-Mu;

Terkadang, Allah mengajarkan rindu itu dengan jarak yang terbumbu oleh waktu. Di sela-sela itu, tentu bukanlah lorong kosong yang senantiasa bertamu. Malah, ia adalah lorong dengan hiasan-hiasan yang begitu indah. Hiasan yang juga kerap membuat kita lupa tentang apa yang berada di ujung lorong itu.

Sebagaimana kita hidup, terkadang kita lupa akan ujung lorong kehidupan kita, akhirat. Terkadang kita lupa, bagaimana harus mengisi keseharian dengan sesuatu yang bermanfaat. Dan oleh sebab ujian itu selalu ada, kita akan selalu butuh pengingat. Kita butuh sandaran agar kepada-Nya kita selalu merasa terikat. Kita butuh kekuatan saat merasakan kehidupan terkadang begitu berat. Dan, kita butuh orang-orang yang selalu memberi semangat.

________________
100% Royalti untuk Palestina, Insya'Allah ‪#‎SavePalestine‬

“Jika penduduk Syam rusak agamanya maka tak tersisa kebaikan di tengah kalian. Akan selalu ada satu kelompok dari umatku yang dimenangkan oleh Allah, tak terpengaruh orang yang menggembosi dan tidak pula yang berseberangan hingga datang hari kiamat.” (Shahih, HR Tirmidzi 2192, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani).

Maka izinkan kami mengupaya meski tak sebanyak upaya yang berada di garda depan, para mujahid penjaga bumi Syam. Sungguh setiap umat muslim di dunia ini berhutang banyak pada penduduk Syam. Meski tak mampu terbayar sepenuhnya, inilah usaha kami :’) ‪#‎SaveSyam‬

Untuk Pemesanan:
(pilih salah satunya saja ya)
• Hubungi saya langsung :) diinbox fb boleh..
• Sms/telepon ke nomor penerbit: 089692745867
• Inbox Penerbit Zukzez Express melalui facebook: Zukzez Ex Press
• invite PIN BBM penerbit: 5CE7D9A1

Terimakasih wa jazakumullah khair

Kamis, 14 April 2016

Puisi- Puisi DP Anggi @Riau Pos 13 Maret 2016


@Riau Pos

Rama-rama

kisah yang tak kuceritakan padamu
adalah perihal luka yang semakin basah dan biru
dan kisah yang kusebutkan padamu
adalah kenangan yang masih genap di kepalaku

barangkali, kita adalah rindu yang tak diselesaikan
dan kita seperti rama-rama yang meneruskan hidup lantaran
bingung bagaimana bisa kita
lenyap dengan tiba-tiba lantas kita tak berdaya

lalu kesepianku meranggas serupa
daun jati yang menggugurkan diri
dan kesedihanku menguap menjadi air mata
; meninggalkan perih

meski waktu meninggalkan kita begitu cepat
dan lambaian tanganmu terasa begitu menyayat
"kita adalah apa yang berangkat dan tertinggal di kepala penyair
dan kita adalah rama-rama yang dirangkai indah menjadi syair-syair"

Greenhill, 09 Oktober 2015

Larut

apakah malam belum larut?
matamu nyalang dan keningmu mengkerut
apakah sebab kau masih percaya bahwa nyanyian jangkrik lebih
mirip malam ketimbang jam dinding yang menuju pagi?

Senin, 22 Februari 2016

Perpisahan

Doc. Pribadi / @dp_angg1Desain

Terjadi lagi perpisahan ini. Pertemuan dan perkenalan setelah berbulan-bulan akhirnya terpisah saat rindu ditepis dan jarak direntangkan.

***

Ya, itu berbulan-bulan yang lalu. Banyak wajah-wajah baru. Aku harus mengenal satu-satu. Kita malu-malu. Hari-hari berlalu hingga pada akhirnya di malam yang hening doa-doa kita menyatu.

Lalu pertemuan itu terus dilaksanakan. Namun, pertemuan yang utuh bisa dihitung jari. Ada saja yang berhalangan hadir. Tentu itu alasan syar’i karena tak ada yang mengalahkan indahnya pertemuan yang jannah ini.

Ini pengakuan; pernah, suatu kali aku ‘nakal’ tidak membawa al-Qur’an. Harusnya, setiap diri membawa al-Qur’an dan membacanya bergiliran. Tetapi, karena waktu itu aku pikir aku terlambat dan tilawah sudah lewat dari perkiraan, jadinya ya merasa bersalah karena salah bicara. Aku bilang lupa padahal sengaja tak bawa. Mengingat itu, uh aku malu. Maafkan. Huhuhu.

Semakin lama, aku semakin mengenal kamu-kamu; yang ceria, yang banyak tanya, yang malu-malu, yang pendiam, yang suka nyahut ucapan, yang doyan makan, yang pastinya shalihah semua. Yang paling sering dibully adalah yang doyan makan. Matanya berbinar saat disuguhkan makanan—termasuk aku,hehehe—dan pada akhirnya seluruh ruangan penuh dengan tawa yang tertahan-tahan. Namanya juga, ya, perempuan.

Aku sering kaget melihat isian amalan mingguan kamu-kamu

Rabu, 03 Februari 2016

Alhamdulillah, Telah Terbit!



TELAH TERBIT...

Judul : Hati yang Lillah Mencintai
Jenis Buku: Novel Islami
Penulis : Khair & DP Anggi
Ukuran: 19 X 13 cm
Tebal : 160 halaman 
ISBN : 978-602-6867-12-4
Terbitan : Februari 2016
Harga : Rp.37.000,- (belum termasuk ongkir)
------------------------------------
------------------------------------
Sinopsis: 
"Kita adalah sebuah kekhawatiran ketika jiwa kita semakin jauh dari Sang Pemilik Kehidupan." Ma syaa Allah, kata demi kata yang tertulis di buku ini menyejukkan. Seperti apa yang sempat terkatakan di luar sana ... "Berpuisilah, bila prosa dan kata-kata biasa tak bisa membuat orang lain mengerti." Khair dan DP Anggi melakukannya dengan gaya yang jelita. Menyambung bait-baitnya dengan pemaknaan yang mendalam. Top! -- @tausiyahku

***
“…engkau tampak di mataku, terdetik di hatiku namun aku tak mampu mengungkap rindu tersebab tak ingin membuat-Nya cemburu…” Terluka dan melukai itu pilihan, tuan putri. Tidak ada yang datang tanpa disengaja. Semuanya sesuai dengan skenario sejak perjanjian dahulu kala. Dan tak ada dialog yang terlupa, yang ada hanya teratur dalam kontrak hidup semula. Memilih apapun itu juga sama. Kamu timbang-timbang, lalu cinta dan rindu yang masuk juga setelah kamu timang-timang. Mencinta dan dicinta juga pilihan semisal dengan tadi. Ataupun merasakan keduanya, ini juga pilihan yang bisa kamu nikmati. Asal niat dan tujuan tak berkelok ke lain hati. Tuan putri tetap bisa merasakan betapa ajaibnya pilihan yang dipilih sendiri. Resiko baik ataukah buruk yang didapati nanti, maka dari awal harus sudah kamu selidiki.
------------------------------------
------------------------------------
Pemesanan buku:
Sms/telepon ke nomor penerbit: 089692745867 atau penulis : 085362657400
Inbox Penerbit Zukzez Express melalui facebook: Zukzez Ex Press
Atau invite PIN BBM penerbit: 5CE7D9A1
Met order, guys! Semoga bermanfaat dan berkah.

Senin, 07 Desember 2015

Ada Harta Karun di dalam Diri Kita

Maaf, ini catatan lama yang mungkin saat ditulis saya lupa untuk mempublikasikan. Selain yang di bawah ini, sekarang saya senang melukis dan doodle art juga😊 selamat membaca. 

170418*
____________

"Kuliah jurusan apa?"

sering orang-orang bertanya demikian setelah mengenal saya cukup lama atau baru mengenal sebab melihat apa yang saya lakukan.

"Jurusan Desain Grafis?"

"Jurusan Seni dan Budaya?"

"Jurusan Sastra?"

"Jurusan Informatika?"

"Jurusan Psikologi?"

"Jurusan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)?"

Atauu... "Jurusan Tata Boga?"


Alhamdulillah.. terimakasih banyak atas tebakan yang luar biasa :D

Mereka yang menebak Desain Grafis, Informatika dan bahkan Seni Budaya, adalah mereka yang melihat seni yang ada dalam diri saya *cieee* Ya barangkali itulah husnuzon saya terhadap mereka. Hehehe. Saya senang menggambar dan mengoperasikan photoshop. Mungkin ya.. itulah sebabnya tebakan itu lahir.




Mereka yang menebak Sastra, adalah mereka yang pernah (sempat, ngga sengaja, dipaksain, dsb) membaca puisi-puisi atau cerpen saya. Ya mungkin dalam pikiran mereka, anak sastra selalu lebih jago nulis ketimbang yang tanpa mengenyam jalur formal sastra. Ya ga gitu juga sih. Belajar itu kan bisa dari mana saja ^^ Alhamdulillah saya sudah menerbitkan beberapa buku antologi dan buku tunggal sendiri.


Mereka yang menebak Psikologi atau bahkan PAUD adalah mereka yang sering melihat saya senang mendengar curhatan orang lain, membantu meringankan beban mereka dan senang bermain dengan anak-anak. Saya senang dengan dunia parenting. Saya punya beberapa buku parenting bahkan membeli yang 3 jilid :D hahaha. Anak-anak adalah harta karun. Jika kita bisa terus masuk ke dunianya, kita akan masuk ke terowongan yang panjang dan jika tidak memiliki kesabaran, kita tidak akan menemukan harta karun itu ^^

dan Tata Boga? Saya mah senang masak dan bereksperimen. Bukan sejenis lauk pauk sih. Lebih senang buat kue dan semisalnya. Dan setelah kuenya jadi, saya punya kebiasaan buruk. Apa itu? Memotretnya dan mengunggahnya ke fesbuk sehingga sahabat-sahabat di fesbuk suka kesel karena ga bakalan kenyang hanya dengan melihat foto kue saja :D



Itu semua bukan jurusan saya. Jurusan saya tidaklah menggambarkan diri saya yang sesungguhnya. Tapi, di jurusan inilah saya menemukan semuanya. Saya seolah menggali harta karun itu sendiri di dalam diri saya. Mungkin, jika bukan di jurusan ini, saya tidak akan menemukan harta apa-apa. Mungkin, jika tidak mengenal tarbiyah saya tidaklah mengenal diri saya yang sesungguhnya.

Loh, ada apa ini kok langsung "tarbiyah"?


Sebelum itu... saya akan mengatakan.. saya bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa semasa sekolah dulu. Saya tidak mengikuti organisasi atau kegiatan apa pun di sekolah baik itu OSIS, MPS, Rohis, Pramuka, PMR, Paskibra, atau apa pun lah itu. Saya seperti butiran pasir yang tak disadari kehadirannya di antara sepatu-sepatu siswa *dramatis bangetttt* 

Ya itulah adanya. Saya tak memiliki keinginan apa-apa. Saya tak fokus melakukan apa-apa. Saya menjalani hidup seperti air mengalir. Tak memiliki tujuan lain selain berakhir pada lautan yang luas dan mendamparkan diri di tempat yang tidak diketahui. Saya tidak pernah diandalkan sesiapa. Saya tak pernah dipanggil untuk menyelesaikan sesuatu yang orang lain tak mampu menyelesaikannya.

Lalu.. waktu pun berlalu. Saya memasuki bangku perkuliahan. Saya sadar, di sini saya akan bertempur dengan diri saya sendiri sebab tak ada yang saya kenal di sini. Saya merasa begitu tersesat di jurusan saya. Lalu, saya mengenal seorang perempuan berjilbab panjang. "Aii..."

Ia yang mengajak dan membujuk saya mengikuti rohis kampus. Ia yang merayu-rayu saya untuk bergabung hingga akhirnya saya benar-benar bergabung. Nah, di sinilah saya mengenal tarbiyah.  Di organisasi kampus inilah saya mulai banyak diandalkan mendesain spanduk, flyer, brosur, atau apa pun yang bisa dikerjakan dengan photoshop. Semasa SMA saya pernah belajar sedikit saja. Tetapi, saya diamanahkan dengan waktu yang begitu lama -sampai pernah merasa bosan- untuk mengasah sesuatu yang dilihat sebagai "bakat" oleh orang-orang disekitar saya. Di organisasi ini juga, jalan perpuisian saya mulai terbuka dan akhirnya menerbitkan buku puisi tunggal "Raudah-Raudah Sajadah"

"Jadi, sebenarnya kamu jurusan apa sih, Nji?"

Oh, iya. Siap-siap ya! 

SAYA JURUSAN ILMU PEMERINTAHAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS RIAU

hehehe. Capslock semua tuh. Jadi, jangan pandang jurusan sebagai sesuatu yang mengantarkan kamu pada pekerjaan semata. Namun, jurusan juga merupakan sesuatu yang akan mengubah segalanya jika kamu ingin menemukan harta karun di dalam dirimu.

Mungkin harta di dalam diri kita ini masih seujung kuku dari yang sudah kita kenali. Masih banyak harta-harta yang harus digali di dalam diri. Terutama harta "penghambaan" kepada Allah Yang Maha Esa, yang telah menitipkan harta itu ketika meniupkan ruh pada jasad kita semasa kita berada di dalam kandungan ibunda tercinta. 

oh ya, saya juga suka fotografi loh ^^


Belajar, belajar, dan belajar! Terutama belajar untuk menjadi hamba yang saleh/salehah. Sebab hidup adalah proses belajar menuju  ketaatan. Hidup adalah ladang yang akan kita tanami dengan cara hidup kita, sedangkan hasilnya adalah keridoan Allah semata.

Jadi, jika kamu menemukan harta "Penghambaan" yang penuh dengan ketaatan dan cinta Yang Maha Mulia, maka Dia akan memberi banyak bonus harta lain di dalam hidupmu ^^

Candika, 8 Desember 2015
DP Anggi