Sabtu, 01 Maret 2014

Puisi; Masa Lalu yang (Barangkali) Tak Ada

finela.files.wordpress.com
finela.files.wordpress.com

Aku hadir dekat pada penghujung malam
Barangkali menyapamu satu kali ketika mimpi ingin bermalam
Menuntaskan keluh dan rindu
Namun, apakah ketiadaan menyediakan waktu untukku?

Pada bus kota yang ditumpangi sepi di suatu senja
Barangkali aku memilih untuk berdiri saja
"Mengapa?" Tanya seorang pak tua
"Di sana pernah ada masa lalu yang tak ada"

Kamis, 20 Februari 2014

Puisi; Keterpisahanku dari Surga

miriadna.com*
miriadna.com
*

Keterpisahanku dari surga
Telah aku tangisi ketika terlahir ke dunia
Wajah-wajah asing menatapku iba
Akan ada dosa yang kupikul seluas semesta

Aku dikenalkan pada Sang Pencipta
Tamu Agung untuk setiap jiwa yang mencintai-Nya
Aku dikenalkan Rasulullah
Qiyadhah umat islam seluruh dunia

Aku hening dalam tangis
Bak keheningan sufi yang tak boleh dipecah oleh darwis

Sabtu, 18 Januari 2014

Puisi-Puisi DP Anggi @Jawa Pos 19 Januari 2014

@Jawa Pos
Peta-Peta Air Mata

Demikian
Haruskah kusebut ini penyesalan?
Tentang masa-masa yang terlanjur hitam
Tentang seruan yang mestinya tertancap dalam-dalam

Di sejuk seruan-Nya
Kucoba telusur ilham
Terbata aku membaca
Peta hidup, jazam…

Kasa-kasa putih
Adakah pada seluk selumu diriku
Ataukah diri
Termasuk buih di lautan itu

Ramai
Orang-orang berceratai
Sepi meski
Semuanya ingin menang sendiri

Orang-orang tak lagi peduli
Hilang kendali
Percakapan berisi
Tapi doa tak mampu diresapi

Puisi-Puisi DP Anggi @Indopos 16 November 2013

@Indo Pos

Hijaiyyah, Mataku Membasah

Wahai Hijaiyyah, lama tak bersua
Ingin kudekap engkau yang cua
Layaknya Nun mendekap titik
Takkan terbiar walau sedetik

Wahai Hijaiyyah, sentuhlah mataku
Yang tak dapat lelap dalam terungku
Semasing kita tenggelam dalam sujud
Menggenangi sajadah dalam tahajud

Hijaiyyah, engkau laksana Jim
Seorang ibu yang mendekap anak dalam rahim
Saatku mendekam oleh fitnah
Engkau melamat dalam lensa mata

Siluetmu masih tegak seperti Alif
Dihiasi dirimu yang hanif
Segera aku berlari pulang
Saat sepucuk surat bertuliskan "pulang" membentang

Puisi-Puisi DP Anggi @Riau Pos 04 Agustus 2013

@Riau Pos


Hujan

Aku masih menanti hujan
Agar dapat berteduh di bawahnya 
Tanpa berdiri di lilan-lilan
Lalu, menangis tanpa suara

Kubiarkan air mata 
Bertemu di ujung dagu
Karena, sudah saatnya 
Air mata itu menyatu

Juli 2013

Raudah-raudah Sajadah

Sayap-sayapku yang patah
Engkau sambung serupa harpa
Rindu-rinduku yang gugur
Engkau siram semisal anggur

Selasa, 14 Januari 2014

Puisi; Dan Andai Tubuh Itu…

13897008621665991915
@Yogzan

*

Tubuh yang tergeletak itu
Dijamah malam sejak matahari tenggelam hingga subuh
Melaur mendekap tubuh yang pejal oleh udara malam
Entah, telah berapa pasang mata berlalu-lalang lalu memaki dalam diam

Pada subuh dengan embun yang turun satu-satu
Tetes-tetes halus itu direguk mulut-mulut yang menunggu
Yang itu, ya! Oleh semut yang berbaris-baris itu
Entah sedang mereguk, atau bisa saja berwudu

Minggu, 29 Desember 2013

Terimakasih Kompasiana, Ini Kado Akhir Tahun Terindah!


Assalamualaikum sahabat Nji ^_^
Semoga Allah selalu memberikan kita semangat untuk menebar kebaikan melalui tulisan. Alhamdulillah, sehari menjelang bergantinya tahun ada begitu banyak kejutan yang mendatangi kita semua, termasuk saya.

Di sini, saya ingin banyak berterimakasih kepada kompasiana yang menjadi salah satu media untuk membantu saya dalam mengembangkan hobi menulis. Begitu pun untuk kompasianer yang tak mampu saya sebutkan satu per satu di sini, yang telah begitu banyak memberikan semangat, kritikan, nasehat dan apresiasi yang juga mempengaruhi kedewasaan saya dalam menulis.

Pagi ini, saya membuka facebook dengan tujuan melihat apakah ada notifikasi yang penting untuk saya lihat. Setelah login, saya melihat beberapa permintaan pertemanan yang cukup banyak, tidak seperti biasanya. Saya merasa ada sesuatu yang membuat mereka menambahkan saya sebagai teman. Lalu, saya klik notifikasi. Di sana ada beberapa orang yang sedang berkomentar ria di salah satu grup SASTRA MINGGU, grup yang memuat tulisan-tulisan di Koran per minggunya.

Dalam hati saya, rasanya saya tidak ada mengirim tulisan beberapa pekan ini. Lalu mengapa nama saya di-tag? Karena penasaran, akhirnya saya mengunjungi grup tersebut. Di awal kalimatnya tertulis, “Nama-nama (Penyair) yang Termushaf dalam "Ayat-ayat Selat Sakat"...” ini membuat kening saya berkerut dan merasa heran. Saya telusuri nama itu satu-satu. Tak lama setelah itu, Ha? Ada nama saya!Kok bisa ya?