Pagi itu, Uci bermain di kamar
dengan bonekanya. Uci adalah gadis kecil berusia empat tahun. Uci mendudukkan
boneka pandanya di kursi dan ia duduk di lantai. Uci memegang kuali mainan dan
meletakkan kuali itu di atas kompor mainan. Ia mengambil manik-manik gelang
yang sudah putus saat kemarin gelangnya tersangkut di pagar rumah. Manik-manik
itu ia masukkan ke dalam kuali mainan, lalu menaburkan bedak dan
mengaduk-aduknya.
“Uci sayang, papa pergi kerja dulu
ya… Belajar yang rajin di rumah ya sama mama. Nanti, papa belikan buku gambar,”
Uci menyalami papanya, lalu ia berdiri dan mengantarkan papanya sampai pagar
rumah bersama mamanya.
“Siap, papa. Usyi bisa jadi anak
pintay,” ucapnya sambil tersenyum.





