Mereka bisa hidup,
tumbuh menjadi orang besar karena sebuah nama. Sebuah nama yang begitu
pantas untuk diketahui, dicari tahu dan didengar oleh semua orang.
Nama-nama mereka, selalu cocok dan sesuai dengan jabatan dan profesi
mereka. Namun, kadang mereka terlalu angkuh. Memandang ke bawah pun
tidak mau. Lebih sering mereka membuang muka, pura-pura tidak melihat,
pun mendengar kepada manusia-manusia kelas bawah. Semoga, suatu saat
nanti Tuhan mengabulkan itu, dan mereka benar-benar takkan bisa melihat
dan mendengar lagi.
Aku,
hanya seorang lelaki yang terlewat dari keberuntungan. Yang lebih
senang dipanggil sebagai lelaki tanpa nama.







