Senin, 18 Maret 2013

Pengalaman Menjemput Medali

Assalamualaikum wr wb

Pembaca yang baik hatinya, saya punya cerita seputar perjuangan menjemput medali kemenangan saya walau hanya dapat Juara III.
Nah, ceritanya dimulai ketika kemarin saya mengikuti sebuah event yang ditaja oleh FOSMI AVICENA, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Riau (UR). Tema cerpen adalah "Menjadi Muslim yang Baik di Era Modernisasi"
Nah, dari event ini Alhamdulillah.... Saya menjemput kemenangan, Juara III Cerpen sePekanbaru. Dengan judul cerpen "Takkan Kujual Agamaku"


Sabtu, 16 Maret 2013

HL Kompasiana 5x Berturut-turut

Biasanya, Nji ngepost puisi, cerpen, dongeng, atau apaaa gitu... Tapi, kali ini nji mau curhat aja :) Ada yang baca atau enggak, ndak apa-apa, yang penting nulis :D
Pertama kali HL, itu rasanya senang banget....! Ada rasa bahagia dan  bangga, puisi saya diapresiasi :)

Ini 3 puisi yang sebelumnya HL :)

Senin, 11 Maret 2013

Malam (Tanpa) Puisi

Malam (Tanpa) Puisi

HL @Kompasiana Today 12 Maret 2013

Oleh DP Anggi



Malam ini nyaris aku tanpa puisi

Sambil terkantuk jemariku tetap menari

Kupaksa saja hingga mata terasa perih

Asal tak lekang menulis hari ini


Pada puing-puing rindu yang mengering

Aku sempatkan untuk tetap hadir

Bersama malam yang hening

Serta rangkaian kalam yang mengalir


Lelah jiwa tetap kueja aksara

Senin, 18 Februari 2013

Sang Gadis Puisi


 Oleh DP Anggi


Ke mana gadis itu? Gadis usia belasan yang setiap hari memenuhi beranda-berandaku dengan puisi-puisi manisnya. Puisi yang menyimpan jiwa sastra, serta aksara yang tak pernah lelah. Biasanya, setiap hari, tiada hari tanpa puisi baginya. Aku sudah terbiasa menikmati puisinya sambil duduk santai, dengan hati terkulai. Puisinya merasuk tajam, ke relungku terdalam.

Aku, tak pernah berani untuk menyapanya. Tak berani, meski hanya mengucap salam. Tak bernyali. Sering, hanya pada angin, kusampaikan, Apa kabarmu, gadis puisi?

Jumat, 15 Februari 2013

Kehidupan Para Burung

Oleh DP Anggi


Dari atas sini, aku terbang sebebas mungkin. Sangat bebas bahkan. Tak perduli akan tersesat, karena pasti akan Tersesat Di Jalan Yang Benar. Kenapa? Karena Allah bersamaku. Aku bebas melakukan apa saja. Tidak susah payah turun ke tanah dan mengantri panjang di pertamina. Aku tidak perlu turun mesin. Masuk bengkel, atau kehabisan oli. Aku juga tak perlu membuat SIM. Tak perlu E-KTP. Aku hanya butuh makan dan minum saja, lalu parkir sebentar di pohon untuk istirahat. Tentu, tidak pakai retribusi.

Kisah Cinta Mawar Berduri


Oleh DP Anggi


Suatu pagi yang begitu basah. Aku menarik napas panjang, dan mengeluarkannya perlahan. Begitu sejuk dan segar. Mungkin, pagi begitu sunyi. Hingga, desah napasku membangunkan sekuntum mawar yang baru saja mekar. Mawar itu menggeliat, sesekali mulutnya menganga karena masih mengantuk. Tapi, itu hanya kuketahui dari bayangnya. Karena, ini masih terlalu pagi dengan langit hitam dan legam. Ditambah lagi awan mendung, dan lampu teras rumah masih menyala.

Tubuhku yang panjang dan tipis tertiup-tiup angin. Aku menggigil. Wajar, karena aku hidup tanpa atap, tanpa dinding. Jika pun tersengat mentari pagi, silau begitu menusuk mata dan menghunus pori-pori wajahku. Aku mengendap-ngendap, memerhatikan sekuntum mawar merah yang tadi terbangun karenaku. Kulirik, ia

Dua Hati Yang Suci


Oleh DP Anggi


Aku punya kisah
Tentang dua hati yang suci
Yang tergugah karena asa
Berakhir dengan takdir Ilahi

Keduanya punya rahasia
Yang tak diketahui oleh makhlukNya
Bisa jadi, setan pun tak kuasa mengerti
Dengan rasa-rasa yang telah ada

Lama waktu berlalu
Jarak kian terasa jauh
Ketika hujan bertanya pada gersang
Mereka hanya mampu renungkan

Hati-hati mereka mulai ditegur Ilahi
Mereka surut, dan takut akan dosa
Kemudian, pada ombak mereka titipkan kasih
Agar hati mereka tak ternoda

Akhirnya, kedua hati itu terpisah
Menjalani kehidupan seperti sedia kala
Tanpa merasa pernah saling mengenal sebelumnya
Dan, masing-masing ingin menjadi Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra 

~Salam hangat dan semangat dari DP Anggi
FAM790M Pekanbaru