Selasa, 11 Desember 2012

Lomba Menulis Surat Untuk FAM INDONESIA (Part I)


Bismillahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum wr wb.,
Teruntuk, FAM Indonesia

FAMku yang selalu hangat, apa kabar? Semoga setiap kita selalu dalam lindungan Allah SWT.. FAM, kau semakin manis sejak awal aku mengenalmu. Kau membangkitkan semangat penaku untuk menari di atas imajinasi. Kau, adalah salah satu tangan Tuhan yang membantuku untuk menulis.
 
Dengan napas rindu, aku mencoba memaksa diri untuk tetap menulis surat kepadamu malam ini. Sudah tiga hari, aku merasa ada yang tidak beres dengan kesehatanku. Tubuhku panas, kadang menggigil. Aku berjuang dengan tertatih, memacu kakiku untuk tetap mencari ilmu di perkuliahan. Sesambil pulang, aku mencoba membaca alam. Semua tertulis disini, karena aku begitu rindu. 

FAM, aku pernah melakukan hal-hal aneh hanya untuk menangkap ide atas siasatmu. Membaca alam membuatku selalu memegang pulpen dan sebuah buku ketika pulang kuliah. Setiap ide itu lewat,

Minggu, 14 Oktober 2012

Ais


Ais

Oleh DP Anggi FAM790M Pku
Cerpen Ini pernah diikutsetakan dalam lomba cerpen tingkat Nasional
Selamat Membaca ^_^ 
“Mengapa kau termenung nak?"
“Tidak mak, hanya saja aku heran kepada diriku ini. Aku tidak pernah berkesempatan memenangkan lomba apapun termasuk menulis.”
“Kau sedih? Apa yang kau harapkan dari kemenanganmu nak?” tanya emak lagi.
“Entahlah mak, sedih itu ada, tapi aku ingin sekali menang mak, ingin membuat emak bangga tentunya. Aku ingin memberikan hal terindah buat emak meski pun itu mimpi. Aku kecewa kepada diriku mak, tiada yang bisa emak banggakan dari aku”, ucapku sambil menghela nafas. Emak hanya tersenyum dan memelukku. Melihat emak, aku heran. Setiap kali aku mengeluh emak selalu saja melempar senyumnya yang meneduhkan hati itu.
  Keesokan harinya, pagi-pagi sekali aku berangkat ke sekolah. Emak yang sejak pagi sudah lebih dahulu bangun daripada aku juga sudah meninggalkan rumah pagi itu. Seperti biasa,

Sabtu, 13 Oktober 2012

Emak, Keringatmu Telah Terbayar

Emak, Keringatmu Telah Terbayar

Oleh DP Anggi FAM790M Pku
Cerpen ini pernah diikutsertakan di dalam event "Pijar Heroik" dan dibukukan sebagai kisah nyata inspiratif bertema "Abadikan kasih sayang Bunda"
Selamat Membaca ^_^

Angin menghembuskan nafas segarnya di pagi buta. Embun perlahan menjelma menjadi butiran air di dedaunan, menjadikan udara semakin lembab. Langit masih begitu pekat dengan bulan temaram. Emak telah terjaga dari tidurnya sebelum adzan subuh berkumandang sayup. Di sanalah, rumah di mana kami sekeluarga menjalani hidup yang keras. Kami hidup di antara kolam-kolam ikan milik saudagar di wilayah tersebut.
Hidup semakin keras saja setelah ayah meninggal dunia. Padahal ketika itu kami masih berumur 4 sampai 14 tahun. Emak banting tulang dengan berjualan di samping kantor BSPPM Bangkinang. Emak menjual lontong, nasi goreng, mie goreng, dan lain sebagainya. Setiap hari emak menempuh perjalanan lebih kurang 4 Km dari gubuk tua kami. Tiada rumah, tempat kami bernaung lebih tepat disebut sebagai gubuk tua. Rumah kami terbuat dari kayu yang beatapkan seng berkarat. Gubuk itu berada di atas sebuah kolam ikan milik tetangga kami.
Emak adalah wanita terhebat yang pernah ku miliki. Emak selalu bangun pagi-pagi sekali untuk memasak dan menyiapkan masakan yang akan ia jual mulai dari pukul 07.00 pagi sampai pukul 17.00 sore. Lalu,

Hijab Penanti Cinta

Hijab Penanti Cinta

Oleh DP Anggi FAM790M Pku
Cerpen ini menjadi Pemenang I dan dibukukan dengan tema "Penantian Cinta"
Selamat membaca^_^

Aku tertawa ringan ketika usai membaca sebuah cerpen. Rasanya tidak sedikitpun ada nilai yang bisa dipetik di dalamnya. Hanya seuntai kisah roman picisan anak remaja. Seperti biasa, cerita rebut-rebutan kekasih dan kisah cinta di ujung penderitaan. Aku segera beristighfar. Aku ingat bahwa yang penting adalah niat menulisnya dulu. Aku tersenyum sambil menyelipkan pensil kecil di telingaku. Aku berani melepas jilbab karena sekarang sedang berada di dalam kamar.
Aku masih saja mencari inspirasi untuk melanjutkan karyaku. Kali ini aku tertegun sejenak. Mencoba menerawang jauh ke alam imajinasi tertinggiku. Aku ingin sekali menulis tapi tidak sedikitpun ide brilian menghampiri benak. Di umurku yang masih 19 tahun ini aku masih terlalu mudah untuk kehilangan banyak ide. Aku coba membuka facebookku. Seseorang telah menambahkanku sebagai teman. Namanya Andito Nugroho. Sepertinya aku pernah melihat akun ini sebelumnya. Aku diamkan saja.
Tak lama setelah itu ia mengirim pesan di inbox facebookku. Kami pun  berkenalan. Ternyata beliau adalah seorang dokter muda umur 29 tahun. Tapi aku menaruh kekaguman atas dirinya. Ia sudah masuk tahun ketiga berprofesi sebagai dokter. Mengejutkan saat ia meminta bertukar riwayat hidup karena ingin mengenalku lebih jauh.

Minggu, 07 Oktober 2012

Dilema Dakwah

Oleh DP Anggi FAM790M Pekanbaru
Cerpen ini merebut juara III lomba cerpen dalam event ULTAH FS NURI UIN SUSKA yang mengadakan Talkshow dengan Mengundang Bunda Pipiet Senja tanggal 07 Oktober 2012.
Selamat Membaca:)

Dilema Dakwah
Malam menyapa jiwa-jiwa lelah yang isyarat harus mengistirahatkan raga. Awan pekat menutupi cahaya temaram bulan. Malam ini aku tidak bisa tidur. Sejak pulang dari perkuliahan siang tadi pikiranku selalu tertambat pada suatu hal. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana aku di hadapan mahasiswa-mahasiswa baru itu. Aku masih sulit memposisikan diriku. Mataku membayang jauh sambil mencari-cari celah dari kegelisahan.
            Dua jam telah berlalu. Aku juga tak dapat terlelap dalam buaian mimpi. Domba-domba telah ratusan kuhitung jari. Bohlam kamar sudah kupadamkan. Musik klasik juga sudah kudengar. Sudah puluhan lagu nasyid kuputar. Namun juga tak bisa kujemput mimpi itu. Aku benar-benar tidak dapat tidur semenit pun.
            Tak terasa, malam berganti fajar dan mendapati subuh. Kumandang adzan terdengar sayup.

Sabtu, 06 Oktober 2012

Hari ini saya bersama Bunda Pipiet Senja


Hari ini saya bersama Bunda Pipiet Senja



Kali ini, sepertinya saya mau curhat saja. Hari ini, 06 Oktober 2012 di Gedung Auditorium Sutan Balia FISIP Universitas Riau, LSMI AL MADANI selaku Rohis FISIP mengundang Bunda Pipiet Senja sebagai pemateri di Workshop Menulis bertema “Bangun(kan) Bangsa Dengan Menulis”.

Saya bingung memakai baju apa karena akan bertemu dengan bunda. Saya sangat senang, saya memilih baju berwarna putih, rok dan jilbab berwarna ungu.

Ketika bunda sampai di Auditorium, bunda melempar senyum dan kami sambut seadanya. Dengan girang saya bersalaman dengan bunda dan cipika-cipiki (hehehe).

Ternyata, bunda memakai baju yang sama dengan saya. Full Ungu.

Hari ini begitu membahagiakan karena disamping bertemu bunda dan menyebarkan Brosur FAM INDONESIA, bertemu dengan Ahmad Saadilah (FAM974M Pku) dan Rian Harahap, juga ada sesuatu yang sangat menggedor-gedor hati saya.

sedang bunda bercerita di depan dengan moderator,

Jumat, 05 Oktober 2012

Perilaku Negara Menabrak Kebiasaan Masyarakat Indonesia


Perilaku Negara Menabrak Kebiasaan Masyarakat Indonesia
Hari ini saya akan berbicara mengenai fungsi pemerintah dalam penyelenggaraan pemerintahan hingga yang saya sebut sebagai kebijakan bagi-bagi uang.

Pikirkan belanja pemerintah dan belanja pembangunan atau masyarakat. Jika belanja pemerintah itu mahal, misalnya mencapai 70% hitung saja sisanya untuk belanja pembangunan/ masyarakat. 

Perbandingan itu tentu tidak sesuai. Belanja pemerintah yang besar dan mahal bisa kita lihat dari fungsi-fungsi kerja itu sendiri. Semakin banyak departemen-departemen dinas, banyaknya personal dalam departemen itu, maka belanja pemerintah semakin besar.

Belanja pemerintah yang besar inilah yang disebut